Senin, 28 September 2015

Perbaikan feature yosua octavianus



Pelayan antar makanan, profesi yang dipandang rendah oleh sebagian orang. Namun tidak banyak orang mengira bahwa menjadi pelayan antar makanan adalah pekerjaan yang mulia. Itulah profesi yang sampai saat ini masih dijalani Rini. Ibu dari dua anak ini sudah 1 tahun menjadi pelayan antar makanan di Universitas Bunda Mulia, Jakarta. Sebelum bekerja di Universitas Bunda Mulia Rini memiliki perkerjaan sebagai karyawan packing barang dipabrik konveksi yang berlokasi di Jakarta Utara.

Hampir 16 tahun rini menjalankan pekerjaan ini dari tahun 1889 – 2005. Memiliki teman sepekerja yang seru dan selalu bercanda, membuat Rini selalu ceria dan tertawa bersama – sama saat mempacking baju – baju yang siap untuk diantar ke pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta. Jam istirahat bekerja adalah saat yang tepat bagi Rini untuk beristirahat sejenak dan mengisi perut dengan makanan yang mengandung karbohidrat, protein yang berguna untuk menambah tenaga serta semangat Rini. Pekerjaan kecil yang sehari – hari dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab yang besar tidak membuat Rini berkecil hati.

Mensharing makanan kepada teman seperkerja merupakan aktivitas yang biasa Rini lakukan karena bisa menambah rasa kekerabatan atau kedekatannya antara satu dengan yang lain. Bangun saat pagi serta mendengar suara ayam berkokok menjadi kebiasaan Rini dan Senam pagi adalah kegiatan rutin yang dilakukan oleh Rini dalam menyegarkan tubuh sebelum menjalani pekerjaan yang bisa memakan waktu cukup banyak.

Perempuan kelahiran Jakarta yang memiliki seorang suami dan dua anak yang memiliki umur yang berbeda, Anak pertama berumur 16 tahun dan anak yang bungsu berumur 14 tahun ini. Dalam setiap bulannya mendapatkan penghasilan  yang cukup untuk membiayai keluarga, Rini tetap menerimanya dengan penuh rasa syukur. Dengan hadirnya seorang anak dalam keluarga sederhananya, Rini semakin merasa bertambahnya kebutuhan yang harus dipikulnya. Memasukan kesekolah swasta merupakan  tindakan yang dilakukan oleh rini kepada anaknya untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan lebih berkualitas.

Dengan berbagai pergaulan yang ada disekolah baik yang positif maupun negatif serta teman – teman yang menjadi sarana dalam pembentukan sebuah karakter juga berpengaruh sekali kepada anak pertama Rini. Hasutan yang diberikan oleh teman – teman

Perbaikan feature yosua octavianus


Rini, Perempuan kelahiran Jakarta yang telah memiliki seorang suami serta 2 orang anak yang masih berusia 14 & 16 tahun. Memiliki 2 orang anak yang masih membutuhkan banyak keperluan serta ingin memberikan pendidikan yang lebih baik membuat ia ikut berjuang bersama suaminya untu bekerja.

Memiliki pekerjaan sebagai pelayan yang oleh sebagian orang dianggap rendah tidak membuat ibu yang telah menginjak usia di kepala 4 ini berhenti menjalani profesinya. Rini, sudah 1 tahun bekerja di Universitas Bunda Mulia Jakarta sebagai pelayan antar makanan. Sebelumnya pada tahun 1889-2005 ia bekerja sebagai karyawan packing barang di pabrik konveksi yang berlokasi di Jakarta Utara. Hampir 16 tahun menjalani pekerjaan di konveksi membuat ibu dari 2 orang anak ini memiliki teman-teman satu pekerjaan yang selalu membuat ceria dan tertawa saat menjalani pekerjaan.  Walaupun bekerja sebagai buruh tidak membuat ibu berambut pendek ini melupakan pentingnya kesehatan, ia selalu mengisi perutnya dengan makanan yang mengandung karbohidrat dan protein yang berguna untuk menambah tenaga serta semangat dalam kesehariannya. Tidak hanya untuk kesehatan sendiri, ia juga membagi makannya kepada teman-temannya. Hal ini dilakukan karena menurutnya bisa menambah rasa kekerabatan dan kedekatan antara satu dengan yang lain.
Share:

0 komentar:

Posting Komentar

BTemplates.com

Diberdayakan oleh Blogger.