Pelayan antar makanan, profesi yang dipandang rendah oleh
sebagian orang. Namun tidak banyak orang mengira bahwa menjadi pelayan antar
makanan adalah pekerjaan yang mulia. Itulah profesi yang sampai saat ini masih
dijalani Rini. Ibu dari dua anak ini sudah 1 tahun menjadi pelayan antar
makanan di Universitas Bunda Mulia, Jakarta. Sebelum bekerja di Universitas
Bunda Mulia Rini memiliki perkerjaan sebagai karyawan packing barang dipabrik
konveksi yang berlokasi di Jakarta Utara.
Hampir 16 tahun rini menjalankan pekerjaan ini dari tahun
1889 – 2005. Memiliki teman sepekerja yang seru dan selalu bercanda, membuat
Rini selalu ceria dan tertawa bersama – sama saat mempacking baju – baju yang
siap untuk diantar ke pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta. Jam istirahat
bekerja adalah saat yang tepat bagi Rini untuk beristirahat sejenak dan mengisi
perut dengan makanan yang mengandung karbohidrat, protein yang berguna untuk
menambah tenaga serta semangat Rini. Pekerjaan kecil yang sehari – hari
dijalani dengan penuh rasa tanggung jawab yang besar tidak membuat Rini
berkecil hati.
Mensharing makanan kepada teman seperkerja merupakan
aktivitas yang biasa Rini lakukan karena bisa menambah rasa kekerabatan atau
kedekatannya antara satu dengan yang lain. Bangun saat pagi serta mendengar
suara ayam berkokok menjadi kebiasaan Rini dan Senam pagi adalah kegiatan rutin
yang dilakukan oleh Rini dalam menyegarkan tubuh sebelum menjalani pekerjaan
yang bisa memakan waktu cukup banyak.
Perempuan kelahiran Jakarta yang memiliki seorang suami dan
dua anak yang memiliki umur yang berbeda, Anak pertama berumur 16 tahun dan
anak yang bungsu berumur 14 tahun ini. Dalam setiap bulannya mendapatkan
penghasilan yang cukup untuk membiayai
keluarga, Rini tetap menerimanya dengan penuh rasa syukur. Dengan hadirnya
seorang anak dalam keluarga sederhananya, Rini semakin merasa bertambahnya
kebutuhan yang harus dipikulnya. Memasukan kesekolah swasta merupakan tindakan yang dilakukan oleh rini kepada
anaknya untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan lebih berkualitas.
Dengan berbagai pergaulan yang ada disekolah baik yang
positif maupun negatif serta teman – teman yang menjadi sarana dalam
pembentukan sebuah karakter juga berpengaruh sekali kepada anak pertama Rini.
Hasutan yang diberikan oleh teman – teman
Perbaikan feature yosua octavianus
Rini, Perempuan kelahiran Jakarta yang telah memiliki
seorang suami serta 2 orang anak yang masih berusia 14 & 16 tahun. Memiliki
2 orang anak yang masih membutuhkan banyak keperluan serta ingin memberikan
pendidikan yang lebih baik membuat ia ikut berjuang bersama suaminya untu
bekerja.
Memiliki pekerjaan sebagai pelayan yang oleh sebagian orang
dianggap rendah tidak membuat ibu yang telah menginjak usia di kepala 4 ini
berhenti menjalani profesinya. Rini, sudah 1 tahun bekerja di Universitas Bunda
Mulia Jakarta sebagai pelayan antar makanan. Sebelumnya pada tahun 1889-2005 ia
bekerja sebagai karyawan packing barang di pabrik konveksi yang berlokasi di
Jakarta Utara. Hampir 16 tahun menjalani pekerjaan di konveksi membuat ibu dari
2 orang anak ini memiliki teman-teman satu pekerjaan yang selalu membuat ceria
dan tertawa saat menjalani pekerjaan. Walaupun
bekerja sebagai buruh tidak membuat ibu berambut pendek ini melupakan
pentingnya kesehatan, ia selalu mengisi perutnya dengan makanan yang mengandung
karbohidrat dan protein yang berguna untuk menambah tenaga serta semangat dalam
kesehariannya. Tidak hanya untuk kesehatan sendiri, ia juga membagi makannya
kepada teman-temannya. Hal ini dilakukan karena menurutnya bisa menambah rasa
kekerabatan dan kedekatan antara satu dengan yang lain.






0 komentar:
Posting Komentar