Terik sinar matahari
disertai dengan hawa yang sejuk dikala siang ini, menjadi penambah semangat
saya untuk melakukan perjalanan keliling kota Bukit Tinggi di Padang. Kota yang
selain memiliki banyak ciri khas, mulai dari rumah adat yang unik, makanan dengan
citra rasa pedas dan juga ternyata ada beberapa tempat sejarah, Lobang Jepang
salah satunya. Lobang Jepang yang dahulunya merupakan tempat pesembunyian
tentara Jepang pada saat menjajah Indonesia sekitar tahun 1944 dapat kita temui
di Taman Panorama di daerah Bukit Tinggi. Tetapi sebelum masuk kedalam Lubang
Jepang ini kita akan melewati berbagai pohon serta pemandangan yang indah
dihiasi monyet-monyet yang berkeliaran ditaman yang diawasi oleh para penjaga keamanan
di Taman Panorama ini.
Berkeliling taman
dengan berjalan kaki merupakan satu-satunya cara agar dapat sampai di Lobang
Jepang, karena jalanan yang berbatu dan menurun tidak memungkinkan para
pengunjung menggunakan kendaraan bermesin ataupun sepeda. Butuh waktu 10 menit
untuk sampai pada tujuan utama kami, yaitu Lobang jepang. Dengan menyewa 1
orang pemandu perjalanan yang akan membantu saya dan rekan-rekan untuk lebih
mengetahui jalan serta sejarah dari Lubang Jepang kami mulai menuruni tangga 1
persatu agar sampai di bawah tanah.
ketika kita sudah
memasuki Lobang Jepang, kita berada kira-kira 40 meter dibawah tanah, walaupun
sudah berada dibawah tanah tetapi udara yang kami rasakan sangat sejuk sekali
dan tidak merasa panas ataupun sesak, karena terdapat banyak pintu udara untuk memaksimalkan
udara yang ada didalam Lobang Jepang. Tentu berada diruang bawah tanah kita
tidak dapat berlama-lama, maksimal hanya 2 jam bagi setiap pengunjung untuk
berada di dalam Lobang Jepang demi keamanan.
Didalam Lobang
Jepang terdapat banyak sekali lorong-lorong seperti lorong bekas penyimpanan
amunisi, ruang rapat, ruang makan romusa (warga Indonesia yang diculik dan
dipaksa bekerja dengan Jepang), ruang penyiksaan, dapur, penjara dan ruangan
lainnya yang akan terhubung satu sama lain dan memiliki masing-masing arti dari
setiap lorongnya yang dapat kita kunjungi jika kita pergi ke Lobang Jepang.
Tetapi ketika saya
berkeliling, saya tertarik dengan 1 ruangan yang berada disudut pojok lorong
dekat dapur yang dikatakan sebagai tempat paling mencekam yaitu ruang penjara
dimana ditempat itu banyak sekali terjadi penyiksaan dan pembunuhan terhadap
para romusa. Sayangnya ketika kami hendak menuju lorong, kami tidak diijinkann
oleh pemandu jalan, karena demi alas an keamanan. Ruang yang masih dalam proses
renovasi dan tingginya pun hanya 50cm sebagai pintu akses masuk kedalam ruang penjara
masih ditutup sampai proses renovasi selesai. Padahal ruang yang masih asli dan
belum direnovasi inilah yang mengisahkan banyak cerita paling menarik bagi kami
maupun para pengunjung Lobang Jepang.
Disekitar ruang
penjara, terdapat lubang kecil yang dulu digunakan sebagai lubang pengintaian. Selain
untuk mengintai, lubang yang langsung terhubung dengan Sungai Sianok ini ternyata
digunakan juga untuk menyimpan mayat-mayat yang dibunuh oleh tentara jepang di
ruang penjara. Masih terdapat banyak sisa-sisa atau peninggalan sejarah tentara
Jepang yang berada di ruang penjara itu sendiri.
Lanjut dari sekitar
ruang dapur, kami pun berkeliling menuju lorong-lorong lain yang dimana selama
kami berjalan, kami menemukan banyak kamera CCTV untuk keamanan para pengunjung
dan lubang pintu angin serta pintu evakuasi yang berjumlah sebanyak 5 pintu. Karena
di dalam Lobang Jepang jika kita masuk lewat pintu awal, kita akan keluar
melalui pintu lain dan biasanya kita akan meminta orang untuk menjemput dan
mengantarkan kita kembali atau Mengajak berkeliling keluar Lobang Jepang dan
bisa menuju ke Sungai Sianok yang letaknya dekat sekali dengan Lobang Jepang.
Tetapi kami tidak sempat mengunjungi Sungai SIanok karena kami harus pergi ke
tempat lainnya.
Sekarang Lobang
Jepang ini sedang dalam proses renovasi, karena menurut pemandu didalam Lobang
Jepang akan didirikan sebuah kafe dan mini teater untuk menayangkan
film-film sejarah yang berkaitan dengan sejarah penjajahan Indonesia oleh
Jepang dan dapat ditonton oleh para pengunjung yang memasuki Lobang Jepang. Sehingga
para pengunjung akan mengetahui bagaimana sejarah sebelum Indonesia merdeka.






0 komentar:
Posting Komentar